Showing posts with label dunia entertinment. Show all posts
Showing posts with label dunia entertinment. Show all posts

Sunday, April 10, 2011

10 Film adaptasi game terburuk dalam sejarah


Impian kita sebagai seorang gamer sebenarnya sangat sederhana jika membicarakan masalah film adaptasi ini. Kita hanya menginginkan film yang benar-benar menggambarkan judul yang disandangnya. Jika memang bisa menyesuaikan plot, sesuaikanlah! Jika mampu menciptakan karakter yang mirip, ciptakanlah! Akan lebih baik lagi jika sampai mampu menghasilkan pengalaman yang sama seperti saat memainkannya. Tetapi, apa yang justru sering kita dapatkan? Kekecewaan besar.

Sulit sekali menemukan film adaptasi game, khususnya yang berasal dari Hollywood yang berakhir dengan rasa puas para gamer yang menontonnya. Kebanyakan yang hadir justru mendapatkan pembelokan plot dan karakter yang membuat keseluruhan cerita menjadi kacau balau. Apakah sebegitu sulitnya menciptakan sebuah film yang sesuai dengan gamenya? Sepertinya iya, karena 10 film adaptasi game terburuk ini akan memberikan Anda sedikit gambaran.

10. Final Fantasy : Spirits Within
http://hermawayne.blogspot.com
Saya tidak tahu apa yang ada di kepala Square ketika merilis film ini. Berani membawa nama Final Fantasy, berarti berani menghadirkan apa yang tergambarkan di semua kepala gamer. Apa yang gamer pikirkan ketika mendengar nama Final Fantasy? Saya sudah membayangkan Bahamut berukuran besar, theme song, limit break, dan elemen RPG yang kental. Namun, apa yang gamer dapatkan ketika film ini dirilis? Sebuah tanda tanya terbesar di dunia. Tidak ada kaitan sama sekali dengan seri game Final Fantasy, tidak ada sedikit pun. Yang saya sukai dari film ini hanya satu, soundtrack dari Lar’c en Ciel.

9. Max Payne
http://hermawayne.blogspot.com
Max Payne adalah salah satu karakter paling cool, namun sekaligus kontroversial di dunia game. Ketika saya mendengar akan ada versi filmnya, saya mulai membayangkan kekejaman Payne yang dipadukan dengan skill bullet time-nya yang fenomenal. Apalagi dibintangi oleh Mark Wahlberg yang kualitas aktingnya tidak perlu diragukan lagi. Namun, apa yang saya dapatkan? Sebuah film yang membuat saya hampir tertidur di bioskop. Plot yang aneh, aksi yang sangat sedikit, scene bullet time yang sangat singkat; sama sekali tidak ada yang menggambarkan Max Payne di sini.

8. Hitman
http://hermawayne.blogspot.com
Botak dengan tatapan yang tajam layaknya elang yang mencari mangsa. Agent 47 siap membunuh siapa saja yang ditugaskan organisasi kepadanya. Membayangkan game Hitman yang selalu mampu menghadirkan ketegangan dan ras was-was sepanjang permainan, saya berangkat untuk menikmati film berjudul sama ala Hollywood di bioskop. Kekecewaan saya bahkan sudah dimulai dari casting yang dipilih. Sang pria yang memerankan Agent 47 malah terlihat terlalu “pretty boy”, tanpa ada kesan cool dan kejam. 47 yang seharusnya membunuh secara diam-diam ini juga malah sering terlibat kontak senjata terbuka di filmnya. Sangat bertolak belakang dengan game yang boleh terbilang sudah berhasil dibangun dengan sempurna. Saya malah melihat film ini lebih mirip film-film The Transporter dibandingkan Hitman.

7. Resident Evil
http://hermawayne.blogspot.com
Ini mungkin film adaptasi game terburuk yang masih menyisakan banyak tanda tanya di benak saya pribadi. Pertanyaan terbesarnya adalah: mengapa orang-orang masih singgah ke bioskop dan menonton film ini, membuatnya berkembang menjadi sebuah sekuel tanpa mutu? Resident Evil 1 dan 2 mungkin merupakan puncak kejayaan seri ini. Walaupun karakter utamanya, Alice, tidak pernah muncul di versi video gamenya, saya masih melihatnya sebagai serial spin-off yang sangat menarik. Namun, ketika Resident Evil Extinction dan Afterlife lahir dengan plot yang terasa sangat dipaksakan, film ini tampak “murahan”. Aksi yang sedikit, cerita tidak jelas, akting yang buruk. Saya lebih jatuh cinta dengan Resident Evil versi CGI-nya Capcom.

6. Dead or Alive
http://hermawayne.blogspot.com
Ini adalah sebuah dilema. Dead or Alive memang film yang sangat buruk. Jalinan cerita di dalam film plus pertarungan yang dihadirkan harus diakui memang kelas rendahan. Visualisasi karakternya juga mengecewakan, apalagi karakter Kasumi benar-benar tampak jauh berbeda. Karena hal tersebut, saya memasukkan film ini ke dalam list. Namun harus diakui, Dead or Alive versi film ini mampu menghadirkan pengalaman yang sering dirasakan oleh pria ketika memainkan game ini. Sensualitas yang dijual membuat saya cukup menikmati film ini hingga akhir.

5. Street Fighter: The Legend of Chun-Li
http://hermawayne.blogspot.com
Film ini seharusnya tidak pernah lahir sama sekali. Setelah Street Fighter zaman dulu yang terbilang buruk, saya menaruh harapan yang cukup besar kepada Street Fighter: The Legend of Chun Li yang tentunya hadir dengan teknik dan teknologi yang sudah jauh lebih berkembang. Apalagi, rencana untuk menghadirkan “plot” Street Fighter dalam lingkup dunia nyata juga tampil sangat menarik. Namun, apa yang dibawa oleh film ini? Film aksi; itu saja. Sebagai seorang gamer, saya tidak merasakan apa pun yang terkait dengan Street Fighter. Mengecewakan!

4. King of Fighters
http://hermawayne.blogspot.com
Lagi-lagi sebuah film berdasarkan genre fighting yang harus masuk ke dalam list. King of Fighters buatan SNK merupakan game fighting legendaris dan fenomenal. Siapa yang tidak mengenal Mai Shiranui? Atau Andy dan Terry Boggard? Hampir semua gamer mengenal mereka. Tetapi, ketika nama besar seperti ini harus jatuh ke tangan Hollywood? Saya bahkan hampir menutup mata saat harus menontonnya. King of Fighters versi movie ini sama sekali tidak dapat dinikmati. Akting buruk, karakter yang jelek, plot yang aneh luar biasa. Dua jempol ke bawah!

3. Doom
http://hermawayne.blogspot.com
Wow, Doom! Itu mungkin reaksi pertama saya ketika mendengar game ini akan dibuat versi film layar lebarnya. Siapa yang tidak mengenal Doom? Salah satu game FPS terbaik yang pernah ada tersebut selalu berhasil membawa ketegangan dan sedikir rasa takut ketika memainkannya. Apalagi ketika saya mendengar The Rock dari WWE akan menjadi pemeran utamanya. Sebagai penggemar berat Doom dan WWE, ini adalah kombinasi maut untuk membuat hari saya cerah. Ketika menyaksikannya? Hari saya tak pernah lebih buruk lagi. Semuanya tampak kacau dan murahan, bahkan The Rock-nya sendiri. Ini seperti film Alien dengan budget 1/1000 milik Cameron.

2. Super Mario Bros
http://hermawayne.blogspot.com
Game terbaik belum tentu melahirkan film yang sama baiknya. Game terbaik melahirkan film terburuk, itu lebih mungkin untuk terjadi. Super Mario Bros yang lahir di tahun 1993 adalah salah satu bukti yang paling nyata, sekaligus sebagai monumen awal lahirnya film-film adaptasi game berkualitas sama hingga kini. Semuanya terasa salah di film ini. King Koopa yang berwujud manusia, Yoshi yang menyeramkan, setting kota modern, mobil mirip Twisted Metal, dan ledakan di sana-sini. INI BUKAN MARIO BROS!!!

1. Semua Film Karya UWE BOLL
http://hermawayne.blogspot.com
Uwe Boll
Perhatikan dengan seksama wajah pria di atas. Apakah Anda sudah merasakan kekesalan yang membakar? Atau jangan-jangan Anda belum pernah mengenalnya sama sekali? Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh industri game dan film saat bersamaan hanya satu, mempercayakan hal tersebut kepada Uwe Boll, yang kebetulan adalah pria di atas. Dia adalah mimpi buruk bagi kita semua. Apakah saya terlalu berlebihan? Sama sekali tidak, karena Uwe Boll memang sebuah mimpi buruk yang hidup. Apa pun perannya di dalam sebuah film, entah itu sebagai produser, sutradara, penulis naskah, atau tukang sapu sekali pun (yang ini mungkin berlebihan), film tersebut pasti akan hancur berantakan. Karya-karyanya adalah bukti yang paling nyata.

Yang membuatnya semakin buruk? Uwe Boll sangat tertarik untuk mengadaptasi game ke dalam film. Lihat saja karya-karyanya yang “fenomenal”. Apakah Anda pernah marah ketika menyaksikan Blood Rayne atau Far Cry? Atau mungkin Anda merasa bingung menyaksikan Alone in The Dark dan House of The Dead? Atau Anda jangan-jangan sempat muntah menyaksikan film Dungeon Siege? Semua game keren tersebut hancur berantakan di tangan Boll, seketika. Sayangnya, mimpi buruk ini juga tidak akan cepat berakhir karena Boll adalah orang yang pantang menyerah. Ia berjanji akan terus menghasilkan film-film yang diadaptasikan dari game, dan anehnya beberapa perusahaan publisher masih mau membiayai dirinya. Oh tidak! Jika harus disandingkan dengan dunia game, Uwe Boll mungkin bos tersulit yang harus dikalahkan oleh para gamer untuk menamatkan sebuah game.


Sekian adalah 10 list film adaptasi game terburuk sepanjang masa, yang tentu saja pernah saya saksikan sendiri (sayangnya). Aneh memang jika kita melihat film-film yang bisa menghabiskan dana hingga jutaan dollar seperti ini ternyata hanya menghasilkan sesuatu yang sama sekali tidak bisa dinikmati. Bandingkan dengan film-film fan-made berbudget rendah yang harus diakui malah memiliki kualitas berkali lipat lebih baik. Apakah ini masalah passion? Atau para insan film (khususnya Uwe Boll) memang tidak pernah memainkan game sebelumnya?

sumber

Thursday, December 30, 2010

17 gitaris terfavorite sepanjang masa

1.Slash


2.John Lennon


3.Synyster Gates


4.Joe Perry


5.Herman Li


6.Billie Joe Armstrong


7.Tom Morello


8.Steve Vai


9.Jimmy Hendrix


10.Buckethead


11.Yngwie Malmsteen


12.Joe Satriani


13.Paul Gilbert


14.Jhon Petrucci


15.Eric Clapton


16.Stevie Ray


17.Carlos Santanahttp://images.askmen.com/galleries/men/carlos-santana/pictures/carlos-santana-picture-3.jpg

Tuesday, December 28, 2010

Siapakah sebenarnya "Men In Black?"

Sejak sekitar 50 tahun lalu, para saksi mata penampakan ufo mengaku didatangi oleh pria-pria misterius berbaju hitam yang meminta mereka untuk tidak menceritakan pengalaman mereka. Pria-pria misterius ini disebut Men In Black.

Sejarah Men In Black
Kisah Men In Black muncul ke permukaan lewat sebuah buku yang dipublikasikan pada tahun 1956 berjudul "They Knew Too Much About Flying Saucers" oleh Gray Barker. Barker adalah seorang penduduk Braxton county yang kemudian menjadi tertarik dengan fenomena ufo dan mulai mengumpulkan informasi-informasi yang berkaitan dengan ufo.


Lalu kisah Men In Black kembali dipopulerkan oleh Albert Bender pada tahun 1962 lewat sebuah buku berjudul "Flying Saucers and the three men". Bender adalah teman dari Gray Barker yang juga pengelola majalah Fate Magazine.

27 tahun kemudian, Barker kembali menulis kisah mengenai Men In Black lewat sebuah buku berjudul "M.I.B : The secret terror among us" yang diterbitkan tahun 1983.

Kedua orang ini dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam penyebaran legenda Men In Black.

Deskripsi Men In Black
Dalam buku-buku yang diterbitkan oleh Barker dan Bender, Men In Black atau secara populer disebut MIB dideskripsikan sebagai pria berbaju hitam yang selalu mengunjungi para saksi penampakan ufo dan mengancam mereka untuk tutup mulut mengenai pengalaman mereka. Mereka juga umumnya menggunakan kacamata hitam dan mobil besar yang juga berwarna hitam.

MIB juga disebut memiliki bentuk wajah yang tidak biasa. Mereka sepertinya memiliki informasi detail mengenai perjumpaan para saksi dengan ufo, seakan-akan mereka telah menguntit para saksi cukup lama. Kadang pria-pria misterius ini mengaku dari badan pemerintahan yang sedang mengumpulkan informasi mengenai fenomena yang tidak terjelaskan. Mereka juga seringkali meyakinkan para saksi yang dikunjungi bahwa objek aneh yang dilihat sesungguhnya tidak ada atau hanya halusinasi.

Sejarah perjumpaan Men In Black
Perjumpaan pertama dengan Men in Black yang diketahui terjadi pada tahun 1947. Saat itu, seorang petugas pelabuhan bernama Harold A.Dahl menyaksikan sebuah ufo di atas perairan Puget Sound, Washington. Kemudian sebuah pecahan dari ufo tersebut jatuh ke kapalnya dan membunuh anjing milik Dahl. Beberapa waktu setelah perjumpaan itu, seorang pria dengan pakaian hitam mengunjungi Dahl dan memaksanya untuk tidak mendiskusikan penampakan itu dengan siapapun.

Lalu, pada tahun 1953, Albert Bender yang sedang giat-giatnya melakukan penelitian mengenai ufo mengaku kalau tiga pria misterius mengunjunginya dan memperingatinya untuk tidak meneruskan penelitiannya. Kisah Bender inilah yang kemudian menjadi dasar penulisan buku Gray Barker "They Knew Too Much about Flying Saucers".

Pada tahun-tahun berikutnya, masih ada beberapa laporan lagi yang sepertinya agak sukar untuk dikonfirmasi validitasnya. Namun pada masa itu kisah Men In Black telah menjadi sangat populer.

Teori-teori Men In Black
Dari banyak teori yang berkembang mengenai identitas Men In Black, paling tidak ada empat teori yang paling sering disebut, yaitu :

Alien
Beberapa ufolog percaya bahwa MIB sesungguhnya adalah alien, atau paling tidak android (manusia robot) yang dikendalikan langsung oleh alien. Mereka diutus ke bumi untuk membantu menjaga kerahasiaan aktivitas alien di bumi.

Teori ini diperkuat dengan kenyataan bahwa dalam beberapa kesempatan MIB terlihat canggung dan asing dengan norma-norma yang biasa dilakukan oleh manusia, seperti gurauan atau idiom sehari-hari. Lalu para MIB disebut berbicara dengan nada-nada yang kaku seperti diatur. Bahkan ada saksi yang mengatakan bahwa tiga pria MIB yang mengunjunginya memiliki wajah mirip.

Kunjungan Iblis
Herannya, teori yang mistik ini justru diajukan oleh para peneliti ufo sendiri seperti John Keel. Menurutnya ada kesamaan antara laporan kunjungan MIB dengan kisah perjumpaan dengan iblis di masa lampau.

Keel menyatakan kemungkinan bahwa MIB adalah manifestasi modern dari penampakan iblis di masa lampau. Peter Rojcewicz, seorang ahli kisah-kisah rakyat setuju dengan pendapat ini. Bagi mereka yang mempercayai teori ini, tentu saja mereka juga harus percaya bahwa keseluruhan aktifitas ufo adalah aktifitas dari iblis.

Badan pemerintah, Militer atau CIA

Mengenai MIB, seorang penulis bernama Bill Moore mengatakan bahwa MIB ini sesungguhnya adalah agen pemerintah yang berasal dari unit intelijen angkatan udara Amerika Serikat yang disebut Air Force Special Activities Center (AFSAC). Markas unit ini dipercaya berada di Belfour, Virginia.











Namun Moore mengatakan bahwa AFSAC justru terinspirasi dengan laporan MIB tahun 1950an sehingga mereka tidak bisa dikaitkan dengan kunjungan MIB sebelum tahun itu.

Teori bahwa MIB ini adalah badan pemerintah, apakah AFSAC atau bukan, sepertinya juga dikonfirmasi oleh beberapa petunjuk. Misalnya pada tahun 1953, CIA mendirikan panel Robertson yang tujuannya adalah untuk meneliti fenomena ufo, terutama di wilayah Washington. Dan salah satu metodenya adalah memata-matai para peneliti ufo independen. Tak lama setelah itu, laporan kunjungan MIB muncul.

Satu lagi yang membuat teori ini masuk akal adalah beberapa badan pemerintah Amerika Serikat seperti FBI mengharuskan karyawannya menggunakan jas berwarna hitam dalam bertugas.

Walaupun tiga teori di atas sepertinya memiliki argumen yang cukup masuk akal, namun ada pertanyaan yang sangat besar masih menggantung. Mengapa hanya segelintir saksi penampakan ufo yang mendapat kunjungan MIB ?

Bagaimana dengan saksi lainnya ?

Karena itu, kita akan melihat teori keempat yang berusaha menjelaskan semuanya. Yaitu Hoax.

Hoax

Dalam sebuah artikel yang berjudul "Gray Barker : My Friend, the Myth-Maker", John C.Sherwood mengungkapkan bahwa pada saat ia berumur 18 tahun, ia setuju untuk bekerjasama dengan Gray Barker untuk menciptakan sebuah hoax mengenai "blackmen", yaitu tiga penghuni ufo yang membunuh "Dr.Richard Pratt", yang diperankan oleh Sherwood sendiri.

Sepertinya tulisan Sherwood dikonfirmasi oleh para peneliti ufo lainnya seperti John Keel yang menemukan banyak kejanggalan pada kisah Gray Barker. Jika Barker benar-benar mengarang kisah mengenai Men In Black, maka dipastikan seluruh legenda MIB memang sebuah hoax.

Men In Black - Kesimpulan

Jika kalian mencoba untuk mencari kisah perjumpaan mengenai Men In Black di google, maka kalian akan kesulitan karena selalu dibawa ke situs film Men In Black. Kisah Men In Black sepertinya memang sangat sukar dikonfirmasi kebenarannya.

Karena itu, Menurut saya, Kisah Men In Black memang hanyalah sebuah fantasi karangan Barker dan Bender. Buku-buku yang ditulis oleh kedua orang tersebut sangat populer pada masa itu sehingga orang-orang cenderung menjadi paranoia.

Jika MIB adalah benar-benar badan rahasia pemerintah atau alien yang berusaha menyembunyikan aktifitas ufo, maka kembali lagi ke pertanyaan di atas, mengapa hanya segelintir saksi yang mendapatkan kunjungan diantara ribuan penampakan ufo lainnya ?

Tapi, saya percaya dengan kesaksian Dahl. Saya percaya bahwa Dahl mungkin tidak sengaja melihat pesawat militer rahasia Amerika dan mendapatkan kunjungan dari agen pemerintah yang memintanya untuk merahasiakannya. Lagipula tahun 1947 adalah masa pasca perang dimana kewaspadaan negara masih sangat tinggi. Dan pada saat itu pemerintah Amerika melihat isu ufo berpotensi menimbulkan histeria massa yang dapat digunakan oleh musuh untuk menyerang.

Dan memang, jika kalian meneliti mengenai MIB, maka kalian akan menemukan sepertinya memang hanya kesaksian Dahl yang kredibel.

Sumber: http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/12/men-in-black-yang-misterius-siapakah.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+EnigmaOfTheWorld+%28enigma+%29&utm_content=Netvibes

Monday, December 20, 2010

King`s Speech, The Social Network dan The Fighter Rajai Nominasi Golden Globe Awards

Tahun 2010 ini dipenuhi oleh film dan acara televisi yang bagus, dan terbaik dari yang terbaik akan dirayakan lewat 68th Annual Golden Globe Awards yang akan diselenggarakan pada 16 Januari mendatang. Nominasi Golden Globe ini baru saja diumumkan semalam.


http://movies.popcrunch.com/wp-content/uploads/2009/12/golden-globes2009.jpg
 
“The King’s Speech” merajai tujuh nominasi, diikuti oleh “The Social Network” dan “The Fighter” yang masing-masing mengantungi enam nominasi. Nominasi film terbaik jatuh pada Black Swan, The Fighter, Inception, The King’s Speech, dan The Social Network. Sementara nominasi sutradara terbaik juga diperoleh kelima sutradara film tersebut.
Seluruh pemeran utama dalam “The Fighter” memperoleh nominasi, termasuk Mark Wahlberg untuk aktor terbaik dalam drama dan Christian Bale, Amy Adams dan Melissa Leo dalam kategori pemeran pembantu.
Sementara itu, dua pemeran wanita dalam film thriller psikologi Black Swan, mendapat dua nominasi, yakni Natalie Portman sebagai Best Actress in Motion Picture, Drama, dan Mila Kunis sebagai Best Supporting Actress.
Johnny Depp memperoleh dua nominasi sekaligus di kategori Best Actor in Motion Picture, Comedy, melalui film Alice in Wonderland dan The Tourist.
Beberapa nama langganan Golden Globe kembali muncul, seperti 30 Rock dan kedua bintangnya Alec Baldwin dan Tina Fey. Sejumlah nama baru juga muncul, seperti Glee dan bintang-bintangnya Lea Michele, Matthew Morrison, Chris Colfer dan Jane Lynch.

Berikut ini adalah daftar lengkap nominasi Golden Globe:
Best Motion Picture, Drama
Black Swan
The Fighter
Inception
The King's Speech
The Social Network
Best Motion Picture, Comedy or Musical
Alice in Wonderland
Burlesque
The Kids Are All Right
Red
The Tourist
Best Director - Motion Picture
Darren Aronofsky - Black Swan
David Fincher - The Social Network
Tom Hooper - The King's Speech
Christopher Nolan - Inception
David O. Russell - The Fighter
Best Actor in a Motion Picture, Drama
Jesse Eisenberg - The Social Network
Colin Firth - The King's Speech
James Franco - 127 Hours
Ryan Gosling - Blue Valentine
Mark Wahlberg - The Fighter
Best Actress in a Motion Picture, Drama
Halle Berry - Frankie and Alice
Nicole Kidman - Rabbit Hole
Jennifer Lawrence - Winter's Bone
Natalie Portman - Black Swan
Michelle Williams - Blue Valentine
Best Actor in a Motion Picture, Comedy
Johnny Depp - Alice in Wonderland
Johnny Depp - The Tourist
Paul Giamatti - Barney's Version
Jake Gyllenhaal - Love and Other Drugs
Kevin Spacey - Casino Jack
Best Actress in a Motion Picture, Comedy
Anne Hathaway - Love and Other Drugs
Julianne Moore - The Kids Are All Right
Annette Bening - The Kids Are All Right
Emma Stone - Easy A
Angelina Jolie - The Tourist
Best Supporting Actor in a Motion Picture
Christian Bale - The Fighter
Michael Douglas - Wall Street: Money Never Sleeps
Andrew Garfield - The Social Network
Jeremy Renner - The Town
Geoffrey Rush - The King's Speech
Best Supporting Actress in a Motion Picture
Amy Adams - The Fighter
Helena Bonham Carter - The King's Speech
Mila Kunis - Black Swan
Melissa Leo - The Fighter
Jacki Weaver - Animal Kingdom
Best Screenplay - Motion Picture
127 Hours
The Kids Are All Right
The King's Speech
The Social Network
Inception
Best Animated Feature Film
Despicable Me
How to Train Your Dragon
The Illusionist
Toy Story 3
Tangled
Best Foreign Language Film
Biutiful
The Concert
The Edge
I Am Love
In a Better World
Best Original Song - Motion Picture
Bound to You - Burlesque
Coming Home - Country Strong
I See the Light - Tangled
There's a Place for Us - Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader
You Haven't Seen the Last of Me - Burlesque
Best Original Score - Motion Picture
Alexandre Desplot - The King's Speech
Danny Elfman - Alice in Wonderland
A.R. Rahmin - 127 Hours
Trent Reznor, Atticus Ross - The Social Network
Hans Zimmer - Inception
Best Television Series, Drama
Boardwalk Empire
Dexter
The Good Wife
Mad Men
The Walking Dead
Best Televison Series, Comedy or Musical
30 Rock
The Big Bang Theory
The Big C
Glee
Modern Family
Nurse Jackie
Best Actor in a Television Series, Drama
Steve Buscemi - Boardwalk Empire
Bryan Cranston - Breaking Bad
Michael C. Hall - Dexter
Jon Hamm - Mad Men
Hugh Laurie - House
Best Actress in a Television Series, Drama
Julianna Margulies - The Good Wife
Elisabeth Moss - Mad Men
Piper Perabo - Covert Affairs
Katey Sagal - Sons of Anarchy
Kyra Sedgwick - The Closer
Best Actor in a Television Series, Comedy or Musical
Alec Baldwin - 30 Rock
Steve Carell - The Office
Thomas Jane - Hung
Matthew Morrison - Glee
Jim Parsons - Big Bang Theory
Best Supporting Actress in a Series, Miniseries or Motion Picture Made for Television
Hope Davis - Special Relationship
Jane Lynch - Glee
Kelly McDonald - Boardwalk Empire
Julia Stiles - Dexter
Sofia Vergara -Modern Family
Best Supporting Actor in a Series, Miniseries or Motion Picture Made for Television
Scott Caan - Hawaii Five-0
Chris Noth - The Good Wife
David Straithairn - Temple Grandin
Eric Stonestreet - Modern Family
Chris Colfer - Glee
Best Actress in a Television Series, Comedy or Musical
Toni Collette - United States of Tara
Edie Falco - Nurse Jackie
Tina Fey - 30 Rock
Laura Linney - The Big C
Lea Michelle - Glee
Best Miniseries or Motion Picture Made for Television
The Pacific
Carlos
Temple Grandin
You Don't Know Jack
The Pillars of the Earth
Best Actor in a Miniseries or Motion Picture Made for Television
Dennis Quaid - The Special Relationship
Ian McShane - The Pillars of the Earth
Edgar Ramirez - Carlos
Al Pacino - You Don't Know Jack
Idris Elba - Luther
Best Actress in a Miniseries or Motion Picture Made for Television
Claire Danes - Temple Grandin
Hayley Atwell - The Pillars of the Earth
Jennifer Love Hewitt - The Client List
Judi Dench - Return to Cranford
Romola Gara - Emma